MENU

Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label VISITE INDONESIA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label VISITE INDONESIA. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 April 2012

VISITE INDONESIA-KALIMANTAN TIMUR " KEPULAUAN DERAWAN-BERAU "


Derawan Nirwana Pencinta Samudra

Bila selama ini anda memimpikan bersembuyi di sebuah pulau terpencil yang dibatasi jutaan butir pasirnya yang putih, jauh dari riuhnya suasana kota, menikmati sejuknya angin dan lambaian nyiur, maka anda...
Bila selama ini anda memimpikan bersembuyi di sebuah pulau terpencil yang dibatasi jutaan butir pasirnya yang putih, jauh dari riuhnya suasana kota, menikmati sejuknya angin dan lambaian nyiur, maka anda wajib memasukan tempat ini dalam daftar tujuan liburan anda. Apalagi bila anda termasuk penggemar aktivitas diving. Anda akan merasa beruntung selama hidup bila bisa singgah di kepulauan nan cantik ini.
Selama ini Kalimantan lebih dikenal dengan hutan, budaya Dayak, Orangutan atau satwa lain yang unik. Padahal, pulau ini masih memiliki harta lain yang tak kalah bernilai. Di lepas pantai di timur pulau raksasa ini terdapat kawasan perairan yang kaya akan potensi wisata bahari, yang terkenal dengan nama Kepulauan Derawan.
Kepulauan Derawan adalah sebuah kawasan kepulauan yang secara administratif, termasuk ke dalam Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Di sini terdapat puluhan pulau yang tersebar di tengah samudra, yang salah satu pulaunya termasuk dalam kategori pulau terluar di Nusantara, yang berbatasan dengan wilayah Sabah, Malaysia.
Dari sekitar 31 pulau serta atol di kawasan Derawan, Pulau Maratua, Derawan, Sangalaki dan Kakaban merupakan 4 pulau utama. Pulau-pulau tersebut boleh jadi kurang terdengar di Tanah Air. Akan tetapi popularitas mereka sesungguhnya telah mendunia.
Bagi kalangan awam, Kepulauan Derawan mungkin dianggap sama dengan daerah serupa yang lain. Tapi, tidak demikian halnya dengan kalangan pemburu keindahan atau penyelam. Bagi mereka, kawasan ini telah dianggap sebagai surga karena menyimpan kekayaan dan kecantikan alam yang sulit ditemukan di tempat lain, di bumi ini.
Alam Derawan sangat tepat bagi para pengagum lautan dan segala yang terkandung di dalamnya. Letak pulau-pulaunya yang menyendiri, menghadirkan privasi. Pantai-pantainya yang terbentang menyuguhkan panorama alam yang memukau setiap mata yang memandangnya.
Ikon Wisata Bahari
Pulau Derawan adalah pulau yang menjadi inspirasi akan lahirnya nama bagi wilayah cantik ini dan membuatnya termasyur ke mancanegara. Pulau yang berada paling dekat dengan daratan utamanya – Pulau Kalimantan – telah muncul sebagai icon wisata bahari bagi Kalimantan.
Pulau Derawan menawarkan sejumlah daya tarik bagi para wisatawan maupun para penyelam. Bagi kalangan non-diver, anda dapat menikmati suasana pulau hening dan yang menyuguhkan panorama alam yang memikat ini lewat bentangan pantainya yang berpasir putih. Sejak berabad silam, pulau ini juga telah menjadi rumah nyaman bagi kaum “gipsi” laut atau yang dikenal dengan sebutan suku Bajau.
Dengan ukurannya yang tidak terlalu luas, hanya 44,6 hektar, Pulau Derawan bisa dikelilingi hanya dalam waktu satu jam saja. Selama berkeliling, anda dapat berjumpa dengan penduduk setempat.
Hampir seluruh warga yang tinggal di Pulau Derawan menggantungkan hidupnya dari kekayaan laut. Namun, seiring dengan berkembangnya pulau ini sebagai tujuan wisata, sebagian warga mulai memiliki sumber pendapatan lain, yakni dengan membuka toko, mengelola penginapan atau membuat suvenir dari beragam jenis kerang yang bisa dibawa pulang oleh para pelancong.
Sedangkan bagi kalangan diver, kondisi alam bawah laut di sekitar Pulau Derawan menawarkan panorama alam tersendiri. Kecantikan alamnya tersebar di belasan dive site, seperti Pelatakan run, shark cavesea garden, dan situs penyelaman lainnya. Menurut catatan Dr. Carden Wallace, peneliti dari Museum of Tropical Queensland, di kawasan ini terdapat lebih dari 50 spesies acropora hard coral di satu area terumbu karang.
Selain menjadi habitat penyu yang tergolong satwa dilindungi, di perairan Pulau Derawan juga terdapat gua bawah laut yang menatang dan aneka jenis ikan. Sebut saja ikan hiu, barracuda, napoleon, cuttle fishspanish mackereljacksfishesbatfishes dan jenis lainya.
Tak perlu khawatir bila ingin berlama-lama tinggal di Pulau Derawan karena, di pulau ini telah terdapat fasilitas akomodasi, mulai dari kelas resor hingga home stay dengan harga yang lebih terjangkau.

Pesona Maratua
Pulau Maratua yang terletak di timur Pulau Derawan, adalah pulau lain yang juga banyak disinggahi para pelancong maupun penyelam yang ingin menikmati panorama Laut Sulawesi. Letak pulau ini paling jauh di antara pulau lain dari Berau. Di pulau seluas 2.375,7 hektar ini terdapat pemukiman yang tersebar di empat desa.
Untuk mencapai Pulau Marataua, anda dapat memulai perjalanan dari Berau, dengan menggunakan speed boat, dengan waktu tempuh sekitar 3 jam. Opsi lain yang lebih praktis, anda juga dapat meminta jasa penjemputan dari pengelola resort di pulau ini.
Waktu tempuh ini mungkin tergolong lama bagi yang belum terbiasa. Bayangan akan mabuk laut dan perjalanan menjenuhkan bisa jadi akan muncul dalam benak.
Akan tetapi, anda tak perlu khawatir karena suasana perjalanannya akan terasa menyenangkan. Pemandangan berupa lautan yang jernih dan dihiasi beragam ikan yang berenang dengan bebasnya akan menjadi pengusir penat di perjalanan.
Daya tarik utama di Pulau Maratua adalah sejumlah dive site yang telah menunggu untuk diselami. Tercatat, ada sekitar 6 situs penyelaman di sekeliling pulau beserta daya tariknya masing-masing. Big Fish Country, Shark City, Seawall Garden, Dolphin Parade, Lobster CafĂ©, Eagle Ray Run, adalah sejumlah taman bermain atau dive site yang sudah populer dan kerap diselami para diver ketika di pulau ini.
Saat menjelajahi dunia bawah airnya, jangan heran bila anda akan disapa oleh ratusan barracuda berukuran 1 meter lebih, gray sharks, tuna bertaring besar, manta (pari) berukuran besar yang hidup di belantara terumbu karang yang berwarna-warni.
Wisatawan juga dapat mengisi hari liburan mereka dengan menikmati suasana pantai tropis dan lagun cantik yang beralaskan pasir putih, atau mengenal masyarakat Maratua dengan meluangkan waktu dengan berkunjung ke desa-desa di pulau ini.

Kawasan Warisan Dunia
Pesona Berau tak hanya terbatas pada Pulau Derawan dan Maratua. Di kawasan ini masih ada Pulau Sangalaki yang menjadi pusat konservasi penyu dan dijuluki dengan “The World Capital of Mantas” (ibukotanya ikan pari di dunia). Inilah spot terbaik untuk  menyaksikan puluhan ikan pari yang berenang bebas dan melayang anggun di depan mata.
Daya tarik lain juga terdapat di Pulau Kakaban. Di pulau yang berbentuk seperti angka ‘9’ ini terdapat sebuah laguna yang dihuni oleh 4 spesies jelly fish (ubur-ubur) yang unik yang telah beradaptasi dengan lingkungan di sekitarnya sejak berabad silam. Berkat keunikan alam dan lingkungannya itulah, danau di pulau yang luasnya 774 hektar ini pun menerima anugerah “World Natural Heritage Area” (kawasan warisan dunia) dari UNESCO pada tahun 2004.
Beberapa ratus meter di lepas pantai pulau Maratua terdapat sebuah pulau mungil, yakni Nabucco. Di sini juga terdapat sebuah dive resort yang sering menjadi pilihan para diver yang ingin berpetualangan di perairan Maratua.

*****

Menuju Pulau Derawan
Kepulauan Derawan bisa dicapai dari Berau, Tanjung Redeb atau Tanjung Batu. Dari Berau, anda dapat langsung menuju Pulau Derawan (1,5 jam) atau Maratua dengan speedboat. Sedangkan bila dari Tanjung Batu, anda harus menempuh perjalanan darat terlebih dulu (2,5 jam), dan melanjutkannya dengan speedboat ke pulau yang ingin dituju.
Snorkeling di dermaga Derawan Cottages Snorkeling di dermaga Derawan Cottages Snorkeling di dermaga Derawan Cottages
Derawan cafe & Cottages Derawan cafe & Cottages
Derawan cafe & Cottages Derawan cafe & Cottages
Snorkeling di dermaga Derawan Cottages Snorkeling di dermaga Derawan Cottages
Snorkeling di dermaga Derawan Cottages Snorkeling di dermaga Derawan Cottages
Dermaga Derawan Cottages Dermaga Derawan CottagesDermaga Derawan Cottages
Penginapan di Derawan Pantai Putih Derawan Pantai Putih Derawan
Penyu di Pulau Derawan Penyu di Pulau Derawan
Penyu di Pulau Derawan Penyu di Pulau Derawan
Semua yang dimiliki oleh Kepulauan Derawan adalah harta Nusantara yang tak ternilai dan harus disyukuri serta selalu dijaga kelestariannya. Karenanya, bagi para traveler atau para penyelam di Tanah Air, akan lebih bijak tentunya, bila berkesempatan untuk singgah di salah satu kawasan cantik milik bumi pertiwi ini.

Sabtu, 07 April 2012

VISITE INDONESIA-WISATA KALIMANTAN TIMUR " GUA AMBULABUNG " SANGKULIRANG


GUA AMBULABUNG ( DI KALIMANTAN TIMUR )
Tak banyak yang tahu. Di antara gugusan pebukitan Sangkulirang, Kalimantan Timur, terdapat gua-gua alam yang memikat. Jumlahnya tak hanya beberapa, tapi puluhan, bahkan mencapai ratusan gua. SANGKULI


Kawasan Sangkulirang di Kalimantan Timur merupakan daerah karst yang menyimpan banyak gua alam yang indah dan menarik untuk dijelajahi. Gua-gua itu berada jauh di dalam kawasan hutan Ambulabung yang masih termasuk kawasan Desa Pangadan. Untuk mencapai desa ini memang diperlukan waktu dan biaya yang tidak sedikit, di samping tentunya ketahanan fisik yang memadai. Dari Samarinda, perjalanan dapat ditempuh dengan 2 cara, yaitu lewat jalur air atau darat.


Untuk rute air, waktu yang dibutuhkan sekitar 2 hari. Dalam perjalanan, banyak hal-hal menarik yang dapat disaksikan, seperti kapal-kapal pengangkut kayu dan hasil tambang, serta buaya sungai yang terkenal akan keganasannya. Bila jalur darat menjadi pilihan, sewalah mobil dari Samarinda. Cara ini lebih disukai karena bisa lebih cepat. Namun biayanya juga lebih besar. Perjalanan ini memakan waktu sekitar 7 jam dan melewati kota tambang Sangatta, yang juga merupakan ibukota kabupaten.


Dari Pangadan, perjalanan dilanjutkan lagi untuk mencapai mulut gua. Kali ini dengan menggunakan truk sewaan sejauh 31 km dan diteruskan dengan berjalan kaki selama 9 jam, melintasi hutan dataran rendah yang lebat serta daerah rawa. Bersiaplah untuk bermalam di jalan. Dan bila itu terjadi, pondokan yang biasa ditinggali oleh para pemburu rusa dapat dimanfaatkan dan akan menjadi pengalaman tersendiri.


Sebenarnya, Anda juga bisa menyewa ketingting atau kapal motor berukuran kecil. Ini memang sangat efektif untuk mempersingkat waktu. Tapi, selain biayanya yang mahal, cara itupun ternyata tidak menjamin Anda bisa sampai di mulut gua dengan mulus. Sebab, bila Sungai Baay sedang surut, maka jalan kaki hingga ke mulut gua tetap harus dilakukan.


Setelah lelah berjuang, sebuah dataran yang teduh dan nyaman di sekitar mulut Gua Ambulabung sangat layak sebagai base camp. Tebing tinggi yang menjulang menjadi payung alam dan melindungi dari guyuran hujan. Tak heran, tanah di sini selalu kering dan menjadi lokasi yang pas untuk mengusir lelah. Mulut gua yang dialiri Sungai Baay juga patut diwaspadai. Kawanan biawak kerap muncul untuk berjemur di bebatuan di pagi hari.


Siang hari adalah waktu yang tepat untuk memulai penelusuran di Gua Ambulabung. Namun bersiaplah untuk basah akibat air sungai yang mengaliri mulut gua. Demi keamanan, kenakan pula pelampung. Jangan lupa memasukkan kamera, handycam atau alat-alat elektronik lainnya ke dalam waterproof bag dan letakkan barang-barang tersebut pada rakit bambu yang dibuat untuk membantu pergerakan. Setelah melewati sungai, sebuah ruangan besar yang luasnya lebih dari 1.000 m2 sudah menunggu. Walau suasananya agak gelap, ruangan ini ternyata langsung beratapkan langit dengan lantai berpasir. Ini menunjukkan bahwa lorong vertikal itu ternyata merupakan entrance lain ke Gua Ambulabung.


Pada dindingnya yang licin, tampak banyak lorong misterius yang tak diketahui secara pasti ke mana arahnya. Penelusuran lorong-lorong itu sangat berat dan memakan waktu yang lama. Sebab selain harus memanjat, para caver juga harus melakukan pengeboran untuk memasang alat pengaman. Di sudut lain, ada lagi lorong yang dialiri sungai yang deras. Bila tidak dilengkapi peralatan yang memadai, janganlah memasukinya. Kecelakaan fatal bisa saja terjadi. Namun, jangan berkecil hati. Masih ada sejumlah lorong yang aman untuk ditelusuri. Salah satunya adalah sebuah lorong vertikal sedalam 40 m. Lorong berdiameter sekitar 50 m ini mirip dengan Luweng Musuk di Pacitan, Jawa Timur dan sangat menantang.


Masih banyak gua-gua lain yang menggoda. Misalnya Gua Embun, yang bila disusuri masih terhubung dengan Ambulabung. Gua ini menandakan bahwa Gua Ambulabung bukanlah gua tunggal melainkan sebuah sistem gua yang memiliki beberapa entrance. Gua Bejo juga menarik untuk ditelusuri. Nama gua yang kaya akan sarang burung walet ini diambil dari nama penduduk pemilik gua tersebut. Tidak seperti dua gua sebelumnya, Gua Bejo ternyata cukup pendek, sehingga eksplorasi bisa berlangsung cepat, hanya sehari saja.


Gua Kedulang, Kecabe dan Gua Mapala yang letaknya agak jauh, adalah 3 gua lain yang menanti untuk dieksplorasi. Sebelum mencapai gua-gua ini, Anda juga akan menjumpai Gua Terusan Pendek dan Liang Mato. Ada pula gua berukuran raksasa yang di dalamnya terdapat aliran sungai fosil yang dikenal dengan Gua Juned. Pada salah satu entrance-nya, terdapat padang pasir setinggi mata kaki dengan flowstone raksasa yang menawan di atapnya. Nama Gua Mapala sendiri diambil nama Mapala UI sebagai tim pertama yang memasuki gua ini. Tim ini juga memberi nama untuk 2 gua 'perawan' lainnya, yaitu Barongtongkok dan RPT.


Sangkulirang memang lokasi yang menantang, mengingat luasnya kawasan karst ini dan banyaknya gua di sini. Dan tampaknya, masih banyak gua perawan yang belum ditemukan dan menunggu untuk dieksplorasi oleh para caver. Jadi, siapa yang berani menyusul?


Tips menuju kawasan Karst Sangkulirang


1. Siapkan fisik dan skill Anda dengan baik. Latihan teratur dan terarah, sangat dibutuhkan.


2. Kawasan Sangkulirang (dan Kalimantan pada umumnya) merupakan daerah endemik malaria. Minum pil kina atau obat anti malaria lainnya, sebelum dan sepulangnya dari lokasi, sesuai petunjuk penggunaannya.


3. Daerah Sangkulirang sangat panas dan kering. Bawa topi, kacamata hitam atau payung untuk melindungi Anda dari terik matahari. Bawa pula masker untuk mencegah gangguan saluran pernapasan akibat debu atau guano (kotoran kelelawar).


4. Lengkapi tim Anda dengan peralatan standar keamanan penelusuran gua, baik untuk gua horizontal ataupun vertikal, untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.


5. Guide akan sangat membantu sebagai penunjuk jalan untuk menghindari resiko tersesat. Selain itu, guide juga bisa berfungsi sebagai porter dan komunikator bila Anda bertemu dengan kawanan pencari sarang burung walet di kawasan ini. Ingat, mereka bisa saja mencurigai Anda sebagai perampok sarang burung walet.


5. Perhitungkan kebutuhan logistik, alat penerangan, batu baterai dan kebutuhan vital lainnya agar penelusuran berjalan lancar, karena daerah ini masih sangat terisolir.


6. Bila memungkinkan, bawa juga telepon satelit untuk memudahkan komunikasi dengan pihak-pihak yang bersangkutan, mengingat belum adanya jaringan telepon seluler yang menjangkau daerah ini.

Jumat, 06 April 2012

VISITE INDONESIA-WISATA KALIMANTAN TIMUR "BUKIT BANGKIRAI"



Bukit Bangkirai, Kawasan Wisata Alam yang Mempesona

Canopy bridge, andalan wisata alam Bukit Bangkirai
Photo: Yanda, 2003
KutaiKartanegara.com09/03/03
Jika anda ingin berwisata di akhir pekan, kawasan wisata alam Bukit Bangkirai yang terletak di Kecamatan Samboja mungkin dapat dijadikan pilihan liburan bersama keluarga, relasi atau kekasih. Di kawasan Bukit Bangkirai ini, wisatawan dapat menikmati suasana hutan hujan tropis yang masih alami dan bahkan kicauan burung dan suara-suara satwa hutan lainnya pun masih dapat didengarkan.
Tak hanya itu, para wisatawan yang memiliki masalah berada di ketinggian mungkin dapat mencoba tantangan untuk meniti canopy bridge atau jembatan tajuk yang digantung menghubungkan 5 pohon Bangkirai. Tentunya ada perasaan ngeri namun mengasyikkan bila menyusuri jembatan gantung di ketinggian 30 meter dari muka tanah sementara desiran angin yang sejuk cukup membuat bulu kuduk merinding, apalagi jembatan semakin berayun-ayun di saat kita baru mencapai separo jalan.

Meniti jembatan tajuk (canopy bridge)
Photo: Agri, 2003
Tapi bagi yang jiwanya tidak memiliki masalah terhadap ketinggian, berjalan menyusuri canopy bridge sungguh menyenangkan. Dari atas canopy bridge, wisatawan dapat dengan leluasa melihat panorama hutan hujan tropis (tropical rain forest) Bukit Bangkirai serta mengamati dari dekat formasi tajuk tegakan "Dipteropcarpaceae" yang menjadi ciri khas hutan hujan tropis, yang membentuk stratum atas yang saling sambung menyambung.
Panjang keseluruhan canopy bridge yang ada di Bukit Bangkirai adalah sepanjang 64 meter yang menghubungkan 5 pohon Bangkirai. Untuk mencapai canopy bridge, terdapat dua menara dari kayu ulin yang didirikan mengelilingi batang pohon Bangkirai.
"Canopy bridge yang ada di Bukit Bangkirai ini merupakan yang pertama di Indonesia, kedua di Asia dan yang kedelapan di dunia. Konstruksinya dibuat di Amerika Serikat, dan dari segi keamanan juga cukup terjamin." kata Ir Ruspian Noor, salah seorang petugas dari PT Inhutani I.

Sebagai kawasan wisata alam, berbagai sarana dan prasarana telah dipersiapkan bagi para wisatawan yang datang seperti restoran dengan menu yang cukup bervariasi, lamin untuk pertemuan yang mampu menampung 100 orang, serta penginapan berupa cottage dengan fasilitas AC maupun jugle cabin, yakni cottage yang tidak dilengkapi fasilitas listrik sehingga wisatawan yang menginap disitu dapat merasakan suasana hutan yang sebenarnya.

Menara menuju canopy bridge
Photo: Yanda, 2003
Kawasan Bukit Bangkirai yang luasnya mencapai 1.500 hektare ini merupakan kawasan hutan konservasi yang mempunyai peran penting untuk mengembangkan monumen hutan alam tropika basah yang dapat dijadikan sebagai sarana pendidikan lingkungan dan kehutanan.
Kawasan hutan wisata ini bertujuan untuk mengembangkan potensi wisata alam dan penelitian ilmiah serta meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap lingkungan dan hutan. Pada tanggal 14 Maret 1998, 510 hektare dari kawasan ini diresmikan sebagai kawasan wisata oleh Djamalludin Suryohadikusumo, Menteri Kehutanan RI pada Kabinet Pembangunan VI sebagai upaya pengembangan potensi wisata alam dan ilmiah serta untuk meningkatkan kecintaan terhadap lingkungan terutama pada flora dan fauna.
Kawasan wisata alam ini diberi nama Bukit Bangkirai karena dominannya pohon jenis Bangkirai yang tumbuh di kawasan hutan lindung ini. Pohon Bangkirai pun kemudian dijadikan maskot utama obyek wisata yang telah mendunia ini. Di kawasan ini banyak terdapat pohon Bangkirai yang berumur lebih dari 150 tahun dengan ketinggian mencapai 40 hingga 50 m, dengan diameter 2,3 m. Pertumbuhan banir (akar papan) yang besar dan kuat menjadikan pohon ini memiliki nilai keindahan tersendiri.
Bukit Bangkirai terletak sekitar 150 km dari kota Tenggarong atau Samarinda dan hanya sekitar 58 km dari arah kota Balikpapan serta 20 km dari ibukota Kecamatan Samboja. Untuk mencapai kawasan wisata alam ini, wisatawan dapat menempuhnya melalui jalan darat dengan menggunakan kendaraan roda empat maupun roda dua.

Kera ekor panjang, salah satu penghuni Bukit Bangkirai
Photo: Univ. Waterloo, Canada
Secara geografis, kawasan Bukit Bangkirai termasuk dataran rendah (primary lowland) "Dipterocarp forest" yang stabil, sehingga kawasan ini dijadikan tempat invasi burung dari wilayah Kawasan Hutan Taman Wisata Bukit Soeharto (sekitar 30 km) maupun wilayah sekitarnya yang terkena pengaruh kebakaran hutan. Dari pengamatan yang telah dilakukan, terdapat 113 jenis burung yang hidup di kawasan Bukit Bangkirai ini.
Jenis-jenis fauna yang ada di kawasan Bukit Bangkirai adalah Owa-Owa (Hylobates muelleri), Beruk (Macaca nemestrina), Lutung Merah (Presbytus rubicunda), Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis), Babi Hutan (Susvittatus), Bajing Terbang (Squiler) serta Rusa Sambar (Corvus unicolor) yang telah ditangkarkan.

Salah satu pohon yang telah diadopsi
Photo: Agri, 2003
Kawasan Bukit Bangkirai juga kaya akan anggrek alam yang tumbuh secara alami di pepohonan yang masih hidup maupun yang sudah mati. Sedikitnya ada 45 jenis anggrek yang dapat dijumpai di kawasan ini, diantaranya adalah Anggrek Hitam (Coelegyne pandurata) yang sangat terkenal dan menjadi salah satu maskot Kalimantan Timur. Selain pembudidayaan anggrek-anggrek alam, juga dilakukan pengembangan anggrek silangan seperti Anggrek Kala, Anggrek Apple Blossom dan Anggrek Vanda. Selain kebun anggrek, kawasan wisata alam ini juga dilengkapi dengan kebun buah-buahan seluas 4 hektare.
Untuk menjaga keutuhan dan kelestarian pohon bangkirai di kawasan ini, pihak pengelola Bukit Bangkirai menawarkan program Adopsi Pohon kepada para sponsor atau donatur untuk menjadi "orangtua asuh" bagi pohon-pohon bangkirai yang dikehendaki. Saat ini pengadopsian pohon tersebut banyak dilakukan oleh pihak VIVO JICA Japan. Anda tertarik untuk mengadopsi sebuah pohon? Datanglah ke Bukit Bangkirai, berekreasi sambil melestarikan alam. (win)

Kamis, 05 April 2012

WISATA KALTIM3

Pulau Kumala

Langsung ke: navigasi, cari

Pulau Kumala yang berada di tengah Sungai Mahakam.

Pintu gerbang masuk Pulau Kumala.
Pulau Kumala merupakan daerah delta di Sungai Mahakam yang memanjang di sebelah Barat Kota Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara. Dimulai pada tahun 2000, Pulau Kumala dibangun menjadi kawasan wisata. Namun sejak Bupati Syaukani Hasan Rais, yang membangun pulau ini, terjegal kasus korupsi pada tahun 2006, pembangunan Pulau Kumala menjadi mangkrak.

[sunting] Akses Ke Pulau Kumala

Taman Wisata Pulau Kumala berjarak sekitar 27 km dari Kota Samarinda yang dapat ditempuh melalui Jembatan Kutai Kartanegara dalam waktu kurang lebih 30 menit. Sedangkan dari kota Balikpapan yang memiliki fasilitas Bandara Sepinggan dan Pelabuhan Semayang yang merupakan akses transportasi udara dan laut di Kalimantan Timur, Berjarak sekitar 130 km yang dapat ditempuh kurang lebih 3 jam lewat jalan darat. Selain itu Taman Wisata Pulau Kumala dapat juga dicapai dengan transportasi air melewati Sungai Mahakam.

[sunting] Sejarah

Obyek wisata Pulau Kumala yang terletak di tengah Sungai Mahakam merupakan taman rekreasi perpaduan antara teknologi modern dan budaya tradisional. Pulau seluas 76 hektar ini dulunya adalah lahan tidur dan semak belukar. Saat ini, sebagian area sudah dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti sky tower setinggi 100 meter untuk menikmati keindahan dari udara, kereta api mini area permainan dan kereta gantung yang menghubungkan dengan daratan.
Di pulau ini terdapat DSJ Resort lengkap dengan kolam renang dan sarana bagi mereka yang ingin istirahat, yaitu satu-satunya cottage di tengah Sungai Mahakam di lokasi Pulau ini dipersiapkan Aquarium Raksasa bagi ikan pesut, lumba-lumba air tawar yang hanya ada di Republik Rakyat Cina dan Brasil.
Pembangunan Taman Wisata Pulau Kumala dilakukan secara bertahap dan akan terus berkembang. Dengan demikian masyarakat akan mendapatkan tambahan obyek wisata yang representatif selain Museum Mulawarman (bekas keraton Kerajaan Kutai Kartanegara), Waduk Panji Sukarame, Desa Budaya Pondok Labu di Tenggarong dan Nusa Tuna di Kecamatan Muara Muntai yang berpasir putih.





Ada 2 cara masuk ke pulau ini, melalui Sky Lift di Tenggarong Seberang (tarif Rp 40 ribu untuk dewasa) serta perahu "ketinting" dari Tenggarong (tarif Rp 3000 per orang). Wahana yang paling menarik dan unik adalah Sky Tower yang bisa membawa para penumpangnya ke puncak menara setinggi sekitar 20-30 meter (tarif Rp 25 ribu per orang). Wahana berkapasitas 40 orang ini naik dan berputar di sumbunya sehingga kita bisa melihat kota Tenggarong dan sekitarnya dari ketinggian.