Minggu, 08 April 2012

VISITE INDONESIA-KALIMANTAN TIMUR " KEPULAUAN DERAWAN-BERAU "


Derawan Nirwana Pencinta Samudra

Bila selama ini anda memimpikan bersembuyi di sebuah pulau terpencil yang dibatasi jutaan butir pasirnya yang putih, jauh dari riuhnya suasana kota, menikmati sejuknya angin dan lambaian nyiur, maka anda...
Bila selama ini anda memimpikan bersembuyi di sebuah pulau terpencil yang dibatasi jutaan butir pasirnya yang putih, jauh dari riuhnya suasana kota, menikmati sejuknya angin dan lambaian nyiur, maka anda wajib memasukan tempat ini dalam daftar tujuan liburan anda. Apalagi bila anda termasuk penggemar aktivitas diving. Anda akan merasa beruntung selama hidup bila bisa singgah di kepulauan nan cantik ini.
Selama ini Kalimantan lebih dikenal dengan hutan, budaya Dayak, Orangutan atau satwa lain yang unik. Padahal, pulau ini masih memiliki harta lain yang tak kalah bernilai. Di lepas pantai di timur pulau raksasa ini terdapat kawasan perairan yang kaya akan potensi wisata bahari, yang terkenal dengan nama Kepulauan Derawan.
Kepulauan Derawan adalah sebuah kawasan kepulauan yang secara administratif, termasuk ke dalam Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Di sini terdapat puluhan pulau yang tersebar di tengah samudra, yang salah satu pulaunya termasuk dalam kategori pulau terluar di Nusantara, yang berbatasan dengan wilayah Sabah, Malaysia.
Dari sekitar 31 pulau serta atol di kawasan Derawan, Pulau Maratua, Derawan, Sangalaki dan Kakaban merupakan 4 pulau utama. Pulau-pulau tersebut boleh jadi kurang terdengar di Tanah Air. Akan tetapi popularitas mereka sesungguhnya telah mendunia.
Bagi kalangan awam, Kepulauan Derawan mungkin dianggap sama dengan daerah serupa yang lain. Tapi, tidak demikian halnya dengan kalangan pemburu keindahan atau penyelam. Bagi mereka, kawasan ini telah dianggap sebagai surga karena menyimpan kekayaan dan kecantikan alam yang sulit ditemukan di tempat lain, di bumi ini.
Alam Derawan sangat tepat bagi para pengagum lautan dan segala yang terkandung di dalamnya. Letak pulau-pulaunya yang menyendiri, menghadirkan privasi. Pantai-pantainya yang terbentang menyuguhkan panorama alam yang memukau setiap mata yang memandangnya.
Ikon Wisata Bahari
Pulau Derawan adalah pulau yang menjadi inspirasi akan lahirnya nama bagi wilayah cantik ini dan membuatnya termasyur ke mancanegara. Pulau yang berada paling dekat dengan daratan utamanya – Pulau Kalimantan – telah muncul sebagai icon wisata bahari bagi Kalimantan.
Pulau Derawan menawarkan sejumlah daya tarik bagi para wisatawan maupun para penyelam. Bagi kalangan non-diver, anda dapat menikmati suasana pulau hening dan yang menyuguhkan panorama alam yang memikat ini lewat bentangan pantainya yang berpasir putih. Sejak berabad silam, pulau ini juga telah menjadi rumah nyaman bagi kaum “gipsi” laut atau yang dikenal dengan sebutan suku Bajau.
Dengan ukurannya yang tidak terlalu luas, hanya 44,6 hektar, Pulau Derawan bisa dikelilingi hanya dalam waktu satu jam saja. Selama berkeliling, anda dapat berjumpa dengan penduduk setempat.
Hampir seluruh warga yang tinggal di Pulau Derawan menggantungkan hidupnya dari kekayaan laut. Namun, seiring dengan berkembangnya pulau ini sebagai tujuan wisata, sebagian warga mulai memiliki sumber pendapatan lain, yakni dengan membuka toko, mengelola penginapan atau membuat suvenir dari beragam jenis kerang yang bisa dibawa pulang oleh para pelancong.
Sedangkan bagi kalangan diver, kondisi alam bawah laut di sekitar Pulau Derawan menawarkan panorama alam tersendiri. Kecantikan alamnya tersebar di belasan dive site, seperti Pelatakan run, shark cave, sea garden, dan situs penyelaman lainnya. Menurut catatan Dr. Carden Wallace, peneliti dari Museum of Tropical Queensland, di kawasan ini terdapat lebih dari 50 spesies acropora hard coral di satu area terumbu karang.
Selain menjadi habitat penyu yang tergolong satwa dilindungi, di perairan Pulau Derawan juga terdapat gua bawah laut yang menatang dan aneka jenis ikan. Sebut saja ikan hiu, barracuda, napoleon, cuttle fish, spanish mackerel, jacksfishes, batfishes dan jenis lainya.
Tak perlu khawatir bila ingin berlama-lama tinggal di Pulau Derawan karena, di pulau ini telah terdapat fasilitas akomodasi, mulai dari kelas resor hingga home stay dengan harga yang lebih terjangkau.

Pesona Maratua
Pulau Maratua yang terletak di timur Pulau Derawan, adalah pulau lain yang juga banyak disinggahi para pelancong maupun penyelam yang ingin menikmati panorama Laut Sulawesi. Letak pulau ini paling jauh di antara pulau lain dari Berau. Di pulau seluas 2.375,7 hektar ini terdapat pemukiman yang tersebar di empat desa.
Untuk mencapai Pulau Marataua, anda dapat memulai perjalanan dari Berau, dengan menggunakan speed boat, dengan waktu tempuh sekitar 3 jam. Opsi lain yang lebih praktis, anda juga dapat meminta jasa penjemputan dari pengelola resort di pulau ini.
Waktu tempuh ini mungkin tergolong lama bagi yang belum terbiasa. Bayangan akan mabuk laut dan perjalanan menjenuhkan bisa jadi akan muncul dalam benak.
Akan tetapi, anda tak perlu khawatir karena suasana perjalanannya akan terasa menyenangkan. Pemandangan berupa lautan yang jernih dan dihiasi beragam ikan yang berenang dengan bebasnya akan menjadi pengusir penat di perjalanan.
Daya tarik utama di Pulau Maratua adalah sejumlah dive site yang telah menunggu untuk diselami. Tercatat, ada sekitar 6 situs penyelaman di sekeliling pulau beserta daya tariknya masing-masing. Big Fish Country, Shark City, Seawall Garden, Dolphin Parade, Lobster CafĂ©, Eagle Ray Run, adalah sejumlah taman bermain atau dive site yang sudah populer dan kerap diselami para diver ketika di pulau ini.
Saat menjelajahi dunia bawah airnya, jangan heran bila anda akan disapa oleh ratusan barracuda berukuran 1 meter lebih, gray sharks, tuna bertaring besar, manta (pari) berukuran besar yang hidup di belantara terumbu karang yang berwarna-warni.
Wisatawan juga dapat mengisi hari liburan mereka dengan menikmati suasana pantai tropis dan lagun cantik yang beralaskan pasir putih, atau mengenal masyarakat Maratua dengan meluangkan waktu dengan berkunjung ke desa-desa di pulau ini.

Kawasan Warisan Dunia
Pesona Berau tak hanya terbatas pada Pulau Derawan dan Maratua. Di kawasan ini masih ada Pulau Sangalaki yang menjadi pusat konservasi penyu dan dijuluki dengan “The World Capital of Mantas” (ibukotanya ikan pari di dunia). Inilah spot terbaik untuk  menyaksikan puluhan ikan pari yang berenang bebas dan melayang anggun di depan mata.
Daya tarik lain juga terdapat di Pulau Kakaban. Di pulau yang berbentuk seperti angka ‘9’ ini terdapat sebuah laguna yang dihuni oleh 4 spesies jelly fish (ubur-ubur) yang unik yang telah beradaptasi dengan lingkungan di sekitarnya sejak berabad silam. Berkat keunikan alam dan lingkungannya itulah, danau di pulau yang luasnya 774 hektar ini pun menerima anugerah “World Natural Heritage Area” (kawasan warisan dunia) dari UNESCO pada tahun 2004.
Beberapa ratus meter di lepas pantai pulau Maratua terdapat sebuah pulau mungil, yakni Nabucco. Di sini juga terdapat sebuah dive resort yang sering menjadi pilihan para diver yang ingin berpetualangan di perairan Maratua.

*****

Menuju Pulau Derawan
Kepulauan Derawan bisa dicapai dari Berau, Tanjung Redeb atau Tanjung Batu. Dari Berau, anda dapat langsung menuju Pulau Derawan (1,5 jam) atau Maratua dengan speedboat. Sedangkan bila dari Tanjung Batu, anda harus menempuh perjalanan darat terlebih dulu (2,5 jam), dan melanjutkannya dengan speedboat ke pulau yang ingin dituju.
Snorkeling di dermaga Derawan Cottages Snorkeling di dermaga Derawan Cottages Snorkeling di dermaga Derawan Cottages
Derawan cafe & Cottages Derawan cafe & Cottages
Derawan cafe & Cottages Derawan cafe & Cottages
Snorkeling di dermaga Derawan Cottages Snorkeling di dermaga Derawan Cottages
Snorkeling di dermaga Derawan Cottages Snorkeling di dermaga Derawan Cottages
Dermaga Derawan Cottages Dermaga Derawan CottagesDermaga Derawan Cottages
Penginapan di Derawan Pantai Putih Derawan Pantai Putih Derawan
Penyu di Pulau Derawan Penyu di Pulau Derawan
Penyu di Pulau Derawan Penyu di Pulau Derawan
Semua yang dimiliki oleh Kepulauan Derawan adalah harta Nusantara yang tak ternilai dan harus disyukuri serta selalu dijaga kelestariannya. Karenanya, bagi para traveler atau para penyelam di Tanah Air, akan lebih bijak tentunya, bila berkesempatan untuk singgah di salah satu kawasan cantik milik bumi pertiwi ini.

Sabtu, 07 April 2012

VISITE INDONESIA-CAVE AMBULABUNG (IN EAST KALIMANTAN)


KALIMANTAN visite INDONESIA-EAST TOUR "THE CAVE AMBULABUNG" SANGKULIRANG


CAVE AMBULABUNG (IN EAST KALIMANTAN)
Not many people know. Among the cluster of hills Sangkulirang, East Kalimantan, there are natural caves are enticing. The amount is not just a few, but dozens, even hundreds of caves. SANGKULI


Sangkulirang area in East Kalimantan is an area of karst caves with a lot of beautiful nature and interesting to explore. The caves were located deep in the forest areas are still among the region Ambulabung Pangadan Village. To reach this village and it takes no small cost, in addition to an adequate course of physical endurance. Of Samarinda, the trip can be reached by two ways, namely by water or land.


For the water route, the time it takes about 2 days. On the way, many interesting things that can be watched, such as ships carrying timber and mining, as well as the crocodile river known for its ferocity. When a landline option, rent a car from Samarinda. This method is preferred because it can be faster. But the cost is also greater. This trip takes about 7 hours and through the mining town of Sangatta, which is also the district capital.


Of Pangadan, proceed again to reach the mouth of the cave. This time using a rented truck as far as 31 miles and continued to walk for 9 hours, through dense forests and lowland swamps. Be prepared to spend the night on the road. And when that happens, the usual huts inhabited by deer hunters can be utilized and will be a special experience.


Actually, you can also rent ketingting or small motor boat. It is very effective to shorten the time. But, besides the cost is expensive, and even then it does not guarantee means you can reach the mouth of the cave with the smooth. Because, when the river is receding Baay, then walk down to the mouth of the cave remains to be done.


Having tired of fighting, a quiet and comfortable ground around the mouth of the Cave Ambulabung very viable as a base camp. Cliffs that rise high into the natural umbrella and protect from rain. Not surprisingly, the soil here is always dry and be a fitting location to drive tired. The river flows through the cave mouth Baay also should be wary. Herd of lizards often appear to bask on rocks in the morning.


Day is a great time to start the search in Cave Ambulabung. But be prepared for wet from the river that ran through the cave mouth. For safety, wear a life jacket too. Do not forget to include a camera, camcorder or other electronic devices into a waterproof bag and place these items on a bamboo raft made ​​to help the movement. After passing the river, a large room which covers more than 1,000 m2 is waiting. Although the atmosphere is a bit dark, this room was directly open to the sky with a sandy floor. This suggests that vertical tunnel turned out to be another entrance to the Cave Ambulabung.


On the walls are smooth, it appears many mysterious tunnel that is not known exactly where it goes. Search the halls were very heavy and take a long time. Because in addition to climbing, the caver should also do drilling to install safety devices. In the other corner, there is another hallway carrying a rushing river. If not equipped with proper equipment, do not enter it. Fatal accidents can happen. However, do not be discouraged. There are still a number of safe passage to be traced. One is a vertical tunnel as deep as 40 m. Hall about 50 m in diameter is similar to the enemy of good Luweng in Pacitan, East Java and is very challenging.


There are many other caves are seductive. For example Cave Dew, which when laced with Ambulabung still connected. This indicates that the cave cave cave Ambulabung not single but a cave system that has multiple entrance. Bejo cave is also interesting to trace. Name of the cave is rich in bird's nest was taken from the name of the resident owner of the cave.Unlike the previous two caves, Cave Bejo was quite short, so that exploration can take place quickly, just one day.


Kedulang Gua, and Gua Mapala Kecabe that is located some distance away, were three other caves waiting to be explored. Before reaching the caves, you will also find caves and Liang Mato Short Canal. There is also a huge cave in which there is fossil river known as the Cave of Juned. On one of his entrance, there are deserts Flowstone ankle with a charming giant in the roof. The cave's name itself is taken Mapala UI Mapala name as the first team to enter this cave. The team also gave the name to two caves 'virgin', namely, Barongtongkok and RPT.


Sangkulirang indeed a challenging location, given the breadth of this karst region and its many caves here. And apparently, there are still many undiscovered cave virgin and waiting to be explored by the caver. So, who would dare to follow?


Tips to the Karst region Sangkulirang


A. Prepare your physical and skill well. Regular exercise and targeted, highly desirable.


2. Sangkulirang region (and Kalimantan in general) is a malaria endemic area. Taking quinine pills or other anti-malarial drugs, prior to and returning from the scene, according to the instructions of use.


3. Sangkulirang area is very hot and dry. Bring a hat, sunglasses or umbrellas to protect you from the sun. Bring also a mask to prevent respiratory disorders due to dust or guano (bat droppings).


4. Complete your team with standard security equipment search the cave, either for horizontal or vertical cave, to avoid things that are not desirable.


5. Guide will be helpful as a guide to avoid the risk of getting lost. In addition, the guide can also serve as a porter and a communicator when you meet with seekers flock of bird's nest in this area. Remember, they may suspect you as a bird's nest robbers.


5. Into account the needs of logistics, lighting equipment, batteries and other vital needs that search goes well, because this area is still very isolated.


6. If possible, also bring a satellite phone to facilitate communication with the parties concerned, given the lack of mobile phone networks that reach this area.

VISITE INDONESIA-WISATA KALIMANTAN TIMUR " GUA AMBULABUNG " SANGKULIRANG


GUA AMBULABUNG ( DI KALIMANTAN TIMUR )
Tak banyak yang tahu. Di antara gugusan pebukitan Sangkulirang, Kalimantan Timur, terdapat gua-gua alam yang memikat. Jumlahnya tak hanya beberapa, tapi puluhan, bahkan mencapai ratusan gua. SANGKULI


Kawasan Sangkulirang di Kalimantan Timur merupakan daerah karst yang menyimpan banyak gua alam yang indah dan menarik untuk dijelajahi. Gua-gua itu berada jauh di dalam kawasan hutan Ambulabung yang masih termasuk kawasan Desa Pangadan. Untuk mencapai desa ini memang diperlukan waktu dan biaya yang tidak sedikit, di samping tentunya ketahanan fisik yang memadai. Dari Samarinda, perjalanan dapat ditempuh dengan 2 cara, yaitu lewat jalur air atau darat.


Untuk rute air, waktu yang dibutuhkan sekitar 2 hari. Dalam perjalanan, banyak hal-hal menarik yang dapat disaksikan, seperti kapal-kapal pengangkut kayu dan hasil tambang, serta buaya sungai yang terkenal akan keganasannya. Bila jalur darat menjadi pilihan, sewalah mobil dari Samarinda. Cara ini lebih disukai karena bisa lebih cepat. Namun biayanya juga lebih besar. Perjalanan ini memakan waktu sekitar 7 jam dan melewati kota tambang Sangatta, yang juga merupakan ibukota kabupaten.


Dari Pangadan, perjalanan dilanjutkan lagi untuk mencapai mulut gua. Kali ini dengan menggunakan truk sewaan sejauh 31 km dan diteruskan dengan berjalan kaki selama 9 jam, melintasi hutan dataran rendah yang lebat serta daerah rawa. Bersiaplah untuk bermalam di jalan. Dan bila itu terjadi, pondokan yang biasa ditinggali oleh para pemburu rusa dapat dimanfaatkan dan akan menjadi pengalaman tersendiri.


Sebenarnya, Anda juga bisa menyewa ketingting atau kapal motor berukuran kecil. Ini memang sangat efektif untuk mempersingkat waktu. Tapi, selain biayanya yang mahal, cara itupun ternyata tidak menjamin Anda bisa sampai di mulut gua dengan mulus. Sebab, bila Sungai Baay sedang surut, maka jalan kaki hingga ke mulut gua tetap harus dilakukan.


Setelah lelah berjuang, sebuah dataran yang teduh dan nyaman di sekitar mulut Gua Ambulabung sangat layak sebagai base camp. Tebing tinggi yang menjulang menjadi payung alam dan melindungi dari guyuran hujan. Tak heran, tanah di sini selalu kering dan menjadi lokasi yang pas untuk mengusir lelah. Mulut gua yang dialiri Sungai Baay juga patut diwaspadai. Kawanan biawak kerap muncul untuk berjemur di bebatuan di pagi hari.


Siang hari adalah waktu yang tepat untuk memulai penelusuran di Gua Ambulabung. Namun bersiaplah untuk basah akibat air sungai yang mengaliri mulut gua. Demi keamanan, kenakan pula pelampung. Jangan lupa memasukkan kamera, handycam atau alat-alat elektronik lainnya ke dalam waterproof bag dan letakkan barang-barang tersebut pada rakit bambu yang dibuat untuk membantu pergerakan. Setelah melewati sungai, sebuah ruangan besar yang luasnya lebih dari 1.000 m2 sudah menunggu. Walau suasananya agak gelap, ruangan ini ternyata langsung beratapkan langit dengan lantai berpasir. Ini menunjukkan bahwa lorong vertikal itu ternyata merupakan entrance lain ke Gua Ambulabung.


Pada dindingnya yang licin, tampak banyak lorong misterius yang tak diketahui secara pasti ke mana arahnya. Penelusuran lorong-lorong itu sangat berat dan memakan waktu yang lama. Sebab selain harus memanjat, para caver juga harus melakukan pengeboran untuk memasang alat pengaman. Di sudut lain, ada lagi lorong yang dialiri sungai yang deras. Bila tidak dilengkapi peralatan yang memadai, janganlah memasukinya. Kecelakaan fatal bisa saja terjadi. Namun, jangan berkecil hati. Masih ada sejumlah lorong yang aman untuk ditelusuri. Salah satunya adalah sebuah lorong vertikal sedalam 40 m. Lorong berdiameter sekitar 50 m ini mirip dengan Luweng Musuk di Pacitan, Jawa Timur dan sangat menantang.


Masih banyak gua-gua lain yang menggoda. Misalnya Gua Embun, yang bila disusuri masih terhubung dengan Ambulabung. Gua ini menandakan bahwa Gua Ambulabung bukanlah gua tunggal melainkan sebuah sistem gua yang memiliki beberapa entrance. Gua Bejo juga menarik untuk ditelusuri. Nama gua yang kaya akan sarang burung walet ini diambil dari nama penduduk pemilik gua tersebut. Tidak seperti dua gua sebelumnya, Gua Bejo ternyata cukup pendek, sehingga eksplorasi bisa berlangsung cepat, hanya sehari saja.


Gua Kedulang, Kecabe dan Gua Mapala yang letaknya agak jauh, adalah 3 gua lain yang menanti untuk dieksplorasi. Sebelum mencapai gua-gua ini, Anda juga akan menjumpai Gua Terusan Pendek dan Liang Mato. Ada pula gua berukuran raksasa yang di dalamnya terdapat aliran sungai fosil yang dikenal dengan Gua Juned. Pada salah satu entrance-nya, terdapat padang pasir setinggi mata kaki dengan flowstone raksasa yang menawan di atapnya. Nama Gua Mapala sendiri diambil nama Mapala UI sebagai tim pertama yang memasuki gua ini. Tim ini juga memberi nama untuk 2 gua 'perawan' lainnya, yaitu Barongtongkok dan RPT.


Sangkulirang memang lokasi yang menantang, mengingat luasnya kawasan karst ini dan banyaknya gua di sini. Dan tampaknya, masih banyak gua perawan yang belum ditemukan dan menunggu untuk dieksplorasi oleh para caver. Jadi, siapa yang berani menyusul?


Tips menuju kawasan Karst Sangkulirang


1. Siapkan fisik dan skill Anda dengan baik. Latihan teratur dan terarah, sangat dibutuhkan.


2. Kawasan Sangkulirang (dan Kalimantan pada umumnya) merupakan daerah endemik malaria. Minum pil kina atau obat anti malaria lainnya, sebelum dan sepulangnya dari lokasi, sesuai petunjuk penggunaannya.


3. Daerah Sangkulirang sangat panas dan kering. Bawa topi, kacamata hitam atau payung untuk melindungi Anda dari terik matahari. Bawa pula masker untuk mencegah gangguan saluran pernapasan akibat debu atau guano (kotoran kelelawar).


4. Lengkapi tim Anda dengan peralatan standar keamanan penelusuran gua, baik untuk gua horizontal ataupun vertikal, untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.


5. Guide akan sangat membantu sebagai penunjuk jalan untuk menghindari resiko tersesat. Selain itu, guide juga bisa berfungsi sebagai porter dan komunikator bila Anda bertemu dengan kawanan pencari sarang burung walet di kawasan ini. Ingat, mereka bisa saja mencurigai Anda sebagai perampok sarang burung walet.


5. Perhitungkan kebutuhan logistik, alat penerangan, batu baterai dan kebutuhan vital lainnya agar penelusuran berjalan lancar, karena daerah ini masih sangat terisolir.


6. Bila memungkinkan, bawa juga telepon satelit untuk memudahkan komunikasi dengan pihak-pihak yang bersangkutan, mengingat belum adanya jaringan telepon seluler yang menjangkau daerah ini.

STREET FIGHTER IV HD

STREET FIGHTER IV PC GAMES FREE DOWNLOAD






Download Free Pc Game Street Fighter 4
Minimum specs:
OS : Windows XP
Procie : Intel Pentium 4 2.0GHz or higher
RAM : 1GB RAM or higher
HDD Space : 10GB of free HDD space or more
VGA : NVIDIA GeForce6600 series, ATI Radeon(TM) X1600 or higher or higher, DirectX 9.0c/Shader3.0 or higher compatible, VRAM 256MB or higher
Sound card : DirectSound compatible, DirectX 9.0c (or higher) compatible
Input : Mouse, Keyboard (ampun dah maen ginian pake ini )
Recommended Specs:
OS : Windows Vista
Procie : Intel Core2Duo 2.0GHz or higher
RAM : 2GB RAM or higher
HDD Space : 10GB of free HDD space or more
VGA : NVIDIA GeForce8600 series or higher, ATI Radeon(TM) X 1900 or higher, DirectX 9.0c/Shader3.0 or higher compatible, VRAM 512MB or higher
Sound card : DirectSound compatible, DirectX 9.0c (or higher) compatible
Input : Gamepad Xbox360 Controller for Windows (ini baru mantap )
APABILA DOWNLOAD TIDAK BERHASIL PLEASE CALL ME :
DENI ( 087810646548 / 085715461030 )


TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI BLOG KAMI.........

Jumat, 06 April 2012

VISITE INDONESIA-WISATA KALIMANTAN TIMUR "BUKIT BANGKIRAI"



Bukit Bangkirai, Kawasan Wisata Alam yang Mempesona

Canopy bridge, andalan wisata alam Bukit Bangkirai
Photo: Yanda, 2003
KutaiKartanegara.com09/03/03
Jika anda ingin berwisata di akhir pekan, kawasan wisata alam Bukit Bangkirai yang terletak di Kecamatan Samboja mungkin dapat dijadikan pilihan liburan bersama keluarga, relasi atau kekasih. Di kawasan Bukit Bangkirai ini, wisatawan dapat menikmati suasana hutan hujan tropis yang masih alami dan bahkan kicauan burung dan suara-suara satwa hutan lainnya pun masih dapat didengarkan.
Tak hanya itu, para wisatawan yang memiliki masalah berada di ketinggian mungkin dapat mencoba tantangan untuk meniti canopy bridge atau jembatan tajuk yang digantung menghubungkan 5 pohon Bangkirai. Tentunya ada perasaan ngeri namun mengasyikkan bila menyusuri jembatan gantung di ketinggian 30 meter dari muka tanah sementara desiran angin yang sejuk cukup membuat bulu kuduk merinding, apalagi jembatan semakin berayun-ayun di saat kita baru mencapai separo jalan.

Meniti jembatan tajuk (canopy bridge)
Photo: Agri, 2003
Tapi bagi yang jiwanya tidak memiliki masalah terhadap ketinggian, berjalan menyusuri canopy bridge sungguh menyenangkan. Dari atas canopy bridge, wisatawan dapat dengan leluasa melihat panorama hutan hujan tropis (tropical rain forest) Bukit Bangkirai serta mengamati dari dekat formasi tajuk tegakan "Dipteropcarpaceae" yang menjadi ciri khas hutan hujan tropis, yang membentuk stratum atas yang saling sambung menyambung.
Panjang keseluruhan canopy bridge yang ada di Bukit Bangkirai adalah sepanjang 64 meter yang menghubungkan 5 pohon Bangkirai. Untuk mencapai canopy bridge, terdapat dua menara dari kayu ulin yang didirikan mengelilingi batang pohon Bangkirai.
"Canopy bridge yang ada di Bukit Bangkirai ini merupakan yang pertama di Indonesia, kedua di Asia dan yang kedelapan di dunia. Konstruksinya dibuat di Amerika Serikat, dan dari segi keamanan juga cukup terjamin." kata Ir Ruspian Noor, salah seorang petugas dari PT Inhutani I.

Sebagai kawasan wisata alam, berbagai sarana dan prasarana telah dipersiapkan bagi para wisatawan yang datang seperti restoran dengan menu yang cukup bervariasi, lamin untuk pertemuan yang mampu menampung 100 orang, serta penginapan berupa cottage dengan fasilitas AC maupun jugle cabin, yakni cottage yang tidak dilengkapi fasilitas listrik sehingga wisatawan yang menginap disitu dapat merasakan suasana hutan yang sebenarnya.

Menara menuju canopy bridge
Photo: Yanda, 2003
Kawasan Bukit Bangkirai yang luasnya mencapai 1.500 hektare ini merupakan kawasan hutan konservasi yang mempunyai peran penting untuk mengembangkan monumen hutan alam tropika basah yang dapat dijadikan sebagai sarana pendidikan lingkungan dan kehutanan.
Kawasan hutan wisata ini bertujuan untuk mengembangkan potensi wisata alam dan penelitian ilmiah serta meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap lingkungan dan hutan. Pada tanggal 14 Maret 1998, 510 hektare dari kawasan ini diresmikan sebagai kawasan wisata oleh Djamalludin Suryohadikusumo, Menteri Kehutanan RI pada Kabinet Pembangunan VI sebagai upaya pengembangan potensi wisata alam dan ilmiah serta untuk meningkatkan kecintaan terhadap lingkungan terutama pada flora dan fauna.
Kawasan wisata alam ini diberi nama Bukit Bangkirai karena dominannya pohon jenis Bangkirai yang tumbuh di kawasan hutan lindung ini. Pohon Bangkirai pun kemudian dijadikan maskot utama obyek wisata yang telah mendunia ini. Di kawasan ini banyak terdapat pohon Bangkirai yang berumur lebih dari 150 tahun dengan ketinggian mencapai 40 hingga 50 m, dengan diameter 2,3 m. Pertumbuhan banir (akar papan) yang besar dan kuat menjadikan pohon ini memiliki nilai keindahan tersendiri.
Bukit Bangkirai terletak sekitar 150 km dari kota Tenggarong atau Samarinda dan hanya sekitar 58 km dari arah kota Balikpapan serta 20 km dari ibukota Kecamatan Samboja. Untuk mencapai kawasan wisata alam ini, wisatawan dapat menempuhnya melalui jalan darat dengan menggunakan kendaraan roda empat maupun roda dua.

Kera ekor panjang, salah satu penghuni Bukit Bangkirai
Photo: Univ. Waterloo, Canada
Secara geografis, kawasan Bukit Bangkirai termasuk dataran rendah (primary lowland) "Dipterocarp forest" yang stabil, sehingga kawasan ini dijadikan tempat invasi burung dari wilayah Kawasan Hutan Taman Wisata Bukit Soeharto (sekitar 30 km) maupun wilayah sekitarnya yang terkena pengaruh kebakaran hutan. Dari pengamatan yang telah dilakukan, terdapat 113 jenis burung yang hidup di kawasan Bukit Bangkirai ini.
Jenis-jenis fauna yang ada di kawasan Bukit Bangkirai adalah Owa-Owa (Hylobates muelleri), Beruk (Macaca nemestrina), Lutung Merah (Presbytus rubicunda), Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis), Babi Hutan (Susvittatus), Bajing Terbang (Squiler) serta Rusa Sambar (Corvus unicolor) yang telah ditangkarkan.

Salah satu pohon yang telah diadopsi
Photo: Agri, 2003
Kawasan Bukit Bangkirai juga kaya akan anggrek alam yang tumbuh secara alami di pepohonan yang masih hidup maupun yang sudah mati. Sedikitnya ada 45 jenis anggrek yang dapat dijumpai di kawasan ini, diantaranya adalah Anggrek Hitam (Coelegyne pandurata) yang sangat terkenal dan menjadi salah satu maskot Kalimantan Timur. Selain pembudidayaan anggrek-anggrek alam, juga dilakukan pengembangan anggrek silangan seperti Anggrek Kala, Anggrek Apple Blossom dan Anggrek Vanda. Selain kebun anggrek, kawasan wisata alam ini juga dilengkapi dengan kebun buah-buahan seluas 4 hektare.
Untuk menjaga keutuhan dan kelestarian pohon bangkirai di kawasan ini, pihak pengelola Bukit Bangkirai menawarkan program Adopsi Pohon kepada para sponsor atau donatur untuk menjadi "orangtua asuh" bagi pohon-pohon bangkirai yang dikehendaki. Saat ini pengadopsian pohon tersebut banyak dilakukan oleh pihak VIVO JICA Japan. Anda tertarik untuk mengadopsi sebuah pohon? Datanglah ke Bukit Bangkirai, berekreasi sambil melestarikan alam. (win)

VISITE INDONESIA-EAST BORNEO TOUR "Wood Museum Tuah Himba"


TOUR Kaltim

Wood Museum Tuah Himba

From Indonesian Wikipedia, the free encyclopedia
Jump to: navigation , search

Wood Museum Tenggarong
Himba Tuah Wood Museum is located not far from the Region Reservoir Flag Sukarame , Kutai ,East Kalimantan, which is about 600 meters from the dam. Constructed by building a wooden platform measuring 20 x 20 M ². The background for the opening of this attraction is due to acrocodile that has been preserved in the Museum of Wood is.
In the Timber Museum , there are various types of wood that is on the island of Borneo .
Collection of the Museum of this wood, among which are:
  • Kutai craft made of rattan, a cabinet chairs, lamps, beds, etc.
  • Dayak handicrafts, such as Anjat, saber, Dayak carvings made of ironwood
  • Dayak typical miniature houses
  • Timber species in the aquatic mammal huatan
  • Collection of 200 pieces of wood species
  • Collection of wood species dried leaves 200 pieces
  • Collection of grains
  • Collection of pieces of logs or sticks of trees that grow in forests of Borneo
  • Crocodile Estuary is preserved (male and female)
  • Crab-eating coconut juice collection
  • And others.
  •  The travelers or tourists visiting the 'City of Kings' Tenggarong have many options to spend the holidays with family. One way is to visit the Museum of Wood "Tuah Himba" located in the Reservoir Flag Sukarame or about 3 km from the city center Tenggarong.
    With a visit to the Museum of Wooden Tuah Himba, travelers can add insight or knowledge by looking at a wide range of collections related to forestry. Presented such a wide collection of which is a collection of dried leaves (herbarium), a collection of seeds, a collection of pieces of logs or trees that grow on the island of Borneo, wood processing equipment, traditional kitchen appliances to furniture which is made forest of Borneo.

    Herbarium collections or leaves that have been neatly arranged in shelves dkeringkan 
    Photo : Agri

    In addition to showing the results of the forest, the main attraction is presented Tuah Himba Wood Museum is drawing attention is the collection of travelers generally two tails 'Monster' crocodile that has been preserved.Both estuarine crocodile tail (Crocodelus porosus) is never stir the East Kalimantan in 1996 for two human prey in two separate places that Sangatta (East Kutai District) and Muara Rhinos (Kukar) in just one month time lag.
    The second crocodile was killed to remove the pieces after the victim's body was left in his stomach, and then preserved for display at the Museum of Wood Tuah Himba. Anyone who saw the crocodile was placed in a glass display case would shudder to imagine that body vera 2-3 times the human body is truly alive.

    Some visitors to observe the 'monsters' that have been preserved crocodile 
    Photo : Agri 

    One of the estuarine crocodile that once ate a human victim 
    Photo : Agri

    The first crocodile was arrested on March 8, 1996 in the river Kenyamukan, Sangatta District (then still go before the Kutai regency subdivision) after prey on a woman named Mrs. Hairani (35). Alligator about 70 years old male with male sex has a length of about 6.6 meters, weighs 350 kg and the abdominal circumference of 1.8 meters.
    While the second crocodile that preys on female sex man named Baddu (40) in Tanjung Limes, Rhino Muara District (District Kukar) were arrested on April 10, 1996. Crocodile has a length of 5.5 meters, weighs 200 kg deng abdominal circumference of about 1 meter.
    For complete information about the crocodiles that have been preserved, the manager of Museum also displays a newspaper clipping which contains a terrible story about the crocodile that preys on humans, including news of the capture of this crocodile by crocodile keepers who are very experienced in Kutai.
    With the admission of only Rp 500 per person for both adults and children alike, the traveler can enter the Himba Tuah Wood Museum to see the collection of forest products and two crocodiles that had preserved them. Wood Museum is open almost every day, except Monday. ( win )

    A visit to the Himba Tuah Wood Museum
    DayVisiting hours
       Monday
      Closed
     
       Tuesday s / d Thursday
      09:00 to 12:00 PST (Open)
      12:00 to 14:00 PST (Rest)
      14:00 to 15:00 PST (Open)
     
       Friday
      09:00 to 11:00 PST (Open)
     
       Saturday
      09:00 to 12:00 PST (Open)
      12:00 to 14:00 PST (Rest)
      2:00 p.m. to 4:00 p.m. PST (Open)
     
       Sunday
      09:00 to 12:00 PST (Open)
      12:00 to 14:00 PST (Rest)
      14:00 to 17:00 PST (Open)
     
    Description: Open Holidays

VISITE INDONESIA-EAST BORNEO TOUR "MULAWARMAN EMPIRE"


TOUR KALTIM2

Kedaton aquatic mammal is a palace owned by the Sultan of Kutai , located in downtownTenggarong , East Kalimantan , Indonesia . The palace was completed by the Government ofKutai regency in the year 2002 after the revival of Kutai Sultanate Martadipura ing .
Although it has been officially belonged to the Sultan of Kutai, the new palace functioned as the office of the institution over the empire as well as a place of ceremonial occasions by the Sultan or the Kutai Sultanate ing mammal Martadipura.
Architecture Kedaton aquatic mammal is a blend of modern style and the style palace aquatic mammal kingdom . [1] The room seemed magnificent and luxurious palace by order of the Sultan's throne surrounded by the chairs made ​​of gold . [1] To the left of the Throne contained Gamelan Java . [1] In the Kedaton there are also many engravings distinctively indigenous Kutai , Dayak andJavanese to menunkukkan that the Kingdom of the aquatic mammal has a close historical relationship with the Dayak tribes and sultanates in Java . [1]

MUSEUM TOUR Mulawarman Tenggarong EMPIRE HISTORIC CULTURAL EDUCATION Kutai Kertanegara

Museum Mulawarman one of the historical attractions in the city Tenggarong Kutai, East Kalimantan. Museum Mulawarman an aquatic mammal that the Palace was built in 1963.Mulawarman Museum has undergone a major renovation construction, after the occurrence that happened to wag Mulawarman Museum , and the building as his successor. And was inaugurated on 25 November 1971 by Governor Abdul Wahab Sjahranie, after it was handed over to the Ministry of Education and Culture on 18 February 1976.


In the author's note at the time of your tour guide the educational value of cultural and historical attractions of astronomy in Kutai, East Kalimantan. Mulawarman Museumis a tourist attraction that is very instructive. Here we will find a lot of cultural values ​​that Islam breath. Within the family cemetery there Sultanate kingdom Kukar and Jami Masjid Amir Hasanuddin Aji, this is a testament to witness history in and development of Islam in this place. In the areaMulawarman Museum has been built as the residence Alas Kedaton Sultan Aji Muhammad Salehuddin II that have been kemabli crowned in 2002. Inside the Museum Mulawarman stored objects of history that was once used by the Sultanate as singgahsana, oversized clothing, where the contest, spear, dagger, gun, dann necklace inscription Yupa, do not miss the collection of ceramics from China. According to the sources of information that the author got from one of his manager Mulawarman Museum . In this place every November executed Erau ceremony , which is typical ceremonial dances and dragon stall in the village of Kutai Lama . At each ceremony Erau art and cultural attractions are also displayed in the form of traditional dances and rituals of various tribes in Indonesia and overseas.





Museum Mulawarman
 Mulawarman museum buildings that previously were Kutai Sultanate Palace was founded in 1932 by the Dutch of government which gave the palace to the Sultan Adji Parikshit Muhammad in 1935. Building materials predominantly made ​​of concrete, from the basement, floors, walls, insulation to the roof. On the front page Museum Mulawarman have Lembuswana statue is a symbol of the Kingdom of the aquatic mammal . Architectural styles of buildings architectural style adopted the Dayak tribe in Kutai.

Mulawarman Museum consists of two floors. From observations of many writers downstairs there is a collection of ceramics from China, while the floor of the heritage character of a collection of art.Inside the Museum Mulawarman there are still objects which are used at the coronation of the king, a collection of objects of historical value were kept neat and well groomed, these objects once used by the Sultanate of aquatic mammal , such as:
  1. Throne , as King and Empress seating made ​​of wood, seat and back support given layer of cotton is wrapped with a yellow cloth, so that the seat and the seat feels soft. Kuryang made ​​with European style, and one Dutch author named Ir. Vander Lube in 1935.
  2. Lembuswana statue is a symbol of the Kutai Sultanate , is made ​​in Burma in 1850 and arrived at the Palace of Kutai in 1900. Swana is believed to be riding bulls Guru, another name is cowboy Yoksi Paksi Liman, which means bull elephant-faced, winged birds, horned like a cow, bertaji and hoofed like a rooster, a giant head is also equipped with various types of decorative sculpture made ​​of this looks beautiful.
  3. Uncal necklace , which is the object attributes and object completeness of the greatness ofthe Sultanate of aquatic mammal that is used at the coronation of the Sultan of Kutai became king at the time of Sultan celebrated his birthday, and the coronation of the Emperor and other sacred events.
  4. Broom cannon universe heritage VOC Netherlands.
  5. A set of traditional art tools gamelan of Kraton 1855.
  6. Hindu statues.
  7. Ulap Doyo, the craft the Benuaq .
  8. Yupa duplicate inscription, here is only stored and displayed copies only, whereas for the original kept at the National Museum in Jakarta.
Yupa inscription is an inscription found on the Mount Brubus, District of Muara Kaman, to-7 (seven) this inscription marks the beginning of the time history of Indonesia which is the first written evidence in the form of letters Pallawa found in Sanskrit.
      9. Etc. The area behind the museum there are many souvenir Mulawarman diperjualkan as cideramata typical Dayak culture for visitors in the form of stone jewelry and other souvenirs. With mngunjungi traveling museum in some areas of Indonesia, we learned a lot from the course of history. Hopefully the experience of the author told the companions to mebuka horizon of our knowledge of the existence of keunikkan culture of the Indonesian nation.